Archive

Archive for November, 2012

Soft System Methodology (SSM)

November 30th, 2012 No comments

Resume Soft System Methodology dari Prof. Pak Riri Satria

Pada awalnya pendekatan SSM ini terlihat sebagai alat pemodelan biasa, tapi setelah adanya pengembangan, pendekatan itu telah meningkat sebagai alat pembelajaran dan alat pengembangan sebagai pembantu dalam mengartikan masalah. SSM adalah sebuah metodologi untuk menganalisis dan pemodelan sistem yang mengintegrasikan teknologi (hard) sistem dan  human  (soft) sistem. SSM adalah pendekatan untuk pemodelan proses di dalam organisasi dan lingkungannya dan sering digunakan dalam pemodelan manajemen perubahan, di mana organisasi pembelajaran itu sendiri merupakan manajemen perubahan.

Soft systems methodology assume:
– organisational problems are ‘messy’, poorly defined
– stakeholders interpret problems differently
– no objective reality
– human factors important
– creative and intuitive approach to problem-solving

The 7 Stages of SSM

Tahap 1:   Situation Considered Problematic, problem yang dimaksudkan lebih sesuai disebut problem situation, karena umumnya masalah yang harus diselesaikan lebih dari satu sehingga perlu identifikasi satu per satu;
Tahap 2:  Problem Situation Expressed,  mengumpulkan data & informasi dengan melakukan observasi, interview,  workshop & diskusi yang dilanjutkan dengan formulasi & presentasi masalah-masalah tsb, yang selanjutnya dituangkan dalam bentuk  Rich picture;
Tahap 3: Root Definitions of Relevant Systems,mengkaitkan masalah terhadap sistem yang ada, yang  dilanjutkan dengan membuat  root definitions yangmenjelaskan proses / transformasi untuk mencapai tujuan (To do X, by Y, to achieve Z),  untuk menguji root definitions tsb dengan melakukan  CATWOE analysis

Tahap 4; Conceptual Models,  membuat model sistem konsepsual untuk masing-masing sistem, model digambarkan dengan Activity model, yang dilanjutkan dengan menentukan dan mengukur kinerja (performance) model tsb (efficacy,  efficiency &  effectiveness);
Tahap 5; Comparisons with Reality, membandingkan antara model konsepsual tsb dengan kenyataannya dan biasanya akan timbul ide-ide baru untuk perubahan;
Tahap 6; Debate about Change, bersamasama dengan  stakeholders hasil-hasil  tahapan sebelumnya diskusikan, hasilnya adalah perubahan, dan perubahan tersebut
harus sistematis (cara maupun tujuan) dan  feasible untuk dilaksanakan.

Contoh Rich Picture

Analisis CATWOE

C=Customers    the victims or beneficiaries of T
A=Actors    those who do T
T=Transformation    input    output
W=Worldview        that makes the T meaningful in context
O=Owners    those with the power to stop T
E=Environmental    elements outside the system which constraints    are taken as given, but nevertheless

Contoh CATWOE

C    candidate students
A    university staff
T    candidate students degree holders
W    the belief that awarding degrees and diplomas is a good way of demonstrating the qualities of candidates to potential employers
O    the University governing body
E    national educational and assessment standards affect its behaviour

BLACK BOX / TRANSFORMATIONAL SYSTEM
(specific SSM template for Change Management)

Read more…

Pengakuan atas palestina di PBB

November 30th, 2012 No comments

Ada info terbaru mengenai perkembangan terkini status palestina dalam ranah  dunia politik internasional, dari sumber pemberitaan kompas rupanya PBB pada tanggal 29/22/2012 kemarin resmi diakui keberadaan sebagai “Negara Pemantau” setelah sebelumnya statusnya adalah “Entitas Pemantau”, pengakuan ini tentu saja tidak berlangsung mulus dan untuk menghasilkan keputusan dilakukan pengambilan voting terhadap pilihan keputusan yang melibatkan negara anggota PBB,

Semoga saja hasil keputusan ini berpengaruh terhadap kestabilan kondisi politik, ekonomi, sosial, dunia. Info lengkap dapat anda baca kutipan dibawah,

NEW YORK, KOMPAS.com — Sidang Majelis Umum PBB di New York, Kamis (29/11/2012) waktu setempat, akhirnya mengakui peningkatan status Palestina sebagai negara pemantau nonanggota dari status sebelumnya sebagai entitas pemantau yang diwakili PLO.

Berdasarkan hasil voting yang dilakukan, Palestina mendapat dukungan mayoritas, yakni 138 anggota majelis umum PBB. Sementara hanya 9 anggota yang menolak dan sisanya 41 anggota abstain.

Dengan status negara pemantau nonanggota, Palestina bisa bergabung ke dalam organisasi-organisasi PBB serta terlibat dalam perjanjian-perjanjian internasional. Hal ini merupakan langkah maju bagi Palestina dalam upaya diplomasinya memperoleh kemerdekaan.

Read more…

Register blog ini di Technocrati – Code V8DF566CZVR6

November 29th, 2012 No comments

Token code V8DF566CZVR6 for http://gigihfordanama.wordpress.com

FYI, Technorati adalah salah satu directory yang sudah terkenal.Banyak para blogger master yang mendaftarkan blognya disini bagaimana tidak jika terdaftar disini blog kita akan lebih dikenal oleh search engine semisal google,yahoo,bing dan search engine lainnya. Hari ini saya sedang mencoba mengikuti panduan untuk mengklaim blog dengan domain http://gigihfordanama.wordpress.com adalah asli kepemilikan saya, langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut

Cara mendaftarkan blog kita di technorati :
1. Kunjungi situs www.technorati.com
2. Pilih join.
3. Kemudian isi data yang diperlukan → Klik submit.
4. Lalu buka email kemudian verifikasi dengan mengklik email yang anda peroleh dari technorati.

Cara claim technorati :
1. Log in ke akun technorati anda.
2. Klik user name anda ( di pojok kanan atas.)
3. Isi profil anda → Update Account anda
4. Kemudian pada pilihan Claim My Blog masukkan url atau blog anda lalu klik Claim.
5. Pada menu Details isi data yang diperlukan. Pada bagian Feed URL isi dengan feed url sobat contoh : http://gigihfordanama.wordpress.com/feed
6. Pilih kategori dan keyword yang sesuai dengan tema blog anda. Lalu klik proces to next step.
7. Setelah muncul tampilan, pilih return to profile.
8. Kemudian pilih Check Claim
9. Lalu anda akan memperoleh Unique Code. Buatlah sebuah postingan yang berisi unique code agar pihak technorati dapat memverifikasi blog anda.
10. Terakhir klik Verify Claim Token.
11. Tunggu beberapa hari hingga tim technoriti memverifikasi blog anda.

Nah sekarang saya sudah menerima email notifikasi sebagai berikut

Nov 28, 2012. Technorati will need to verify that you are an author of the blog by looking for a unique code. Please put the following short code V8DF566CZVR6 within a new blog post and publish it. This code must appear in the published post and it must also appear in your corresponding RSS feed once published. Once it is published, use the “Verify Claim Token” button on this page to tell Technorati your blog is ready for Technorati to verify the claim token and proceed to final review.

Mudah-mudahan proses registrasi bisa berjalan dengan lancar.

?ifilmi full izleerkek kemer modellerioto ekspertizeba, e okulGiyim Bayilik

Categories: Blogosphere Tags:

Risk management – Penilaian resiko

November 29th, 2012 No comments

Tahapan-tahapan dalam melakukan Penilaian Resiko adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi Aset, aset-aset yang akan diidentifikasi adalah aset berupa Manusia, Proses, Informasi, dan aset fisik. Aset-aset yang nantinya akan dinilai hanyalah aset yang mempunyai dampak bagi bisnis perusahaan bila kerahasiaan dan integritas dari aset tersebut dilanggar, serta ketersediaannya tidak terjamin.
  2. Identifikasi ancaman dan kerawanan, padaproses ini dilakukan identifikasi terhadap ancaman dan agen yang membawa ancaman tersebut. Kemudian dari hasil identifikasi aset, dampak pada tahapan 1, dikorelasikan dengan ancaman yang ada. Selanjutnya dilakukan penilaian terhadap kelemahan dari aset-aset yang telah diidentifikasi dan dikorelasikan juga dengan ancaman yang ada.
  3. Memprioritaskan Resiko, hasil yang diperoleh dari tahap 1 dan 2 dikombinasikan, dan dilakukan pengkategorian terhadap resiko yang ada. Dilihat dampak resiko inherent dan residual. Inheren adalah dampak yang terjadi ketika kontrol belum diterapkan, sedangkan residual adalah dampak yang kita harapkan setelah kontrol diterapkan.
  4. Membangun kontrol, pada tahapan ini dibuat langkah-langkah mitigasi terhadap resiko.
  5. Monitoring, pada tahapan ini dilakukan audit secara berkala, baik dilakukan oleh internal auditor maupun eksternal auditor.

Pada tahap 3, dilakukan prioritas terhadap resiko yang ada, dengan melihat dampak resiko inheren dan residual dibandingkan dengan kemungkinan terjadi inheren dan residual.Pada tabel 2.1 dijelaskan level-level yang ada untuk kemungkinan terjadi ancaman terhadap aset yang ada, sedangkan pada tabel 2.2 dijelaskan level-level yang ada atas dampak yang terjadi ketika kerawanan berhasil di eksploitasi.Untuk memperoleh nilai resiko berdasarkan pada nilai yang diperoleh terhadap kecenderungan terjadi ancaman dan dampaknya dapat dilihat pada tabel 2.3 dan 2.4. Kiat Sukses Menjadi Seorang Network Engineer]

 Tabel ‎2.1 Tabel Kemungkinan Terjadi Ancaman

Likelihood Level Definisi Likelihood
High sumber ancaman di dorong oleh motivasi yang tinggi dan kemampuan yang cukup, dan kontrol-kontrol yang digunakan saat menguji untuk mencegah kerawanan tidak efektif
Medium Sumber ancaman hanya motivasi dan kemampuan saja, sedangkan kontrol-kontrol yang digunakan mampu menghalangi saat dilakukan uji kerawanan
Low Sumber ancaman mempunyai motivasi dan kemampuan yang kurang, atau kontrol-kontrol untuk menghalangi serangan secara signifikan mampu dijalankan saat dilakukan uji kerawanan

Read more…

Value chain analysis

November 29th, 2012 No comments

Rantai nilai (value chain) Porter dapat dijadikan langkah awal dalam memodelkan bisnis dengan mendefinisikan area fungsional utama dan area fungsional pendukung. Gambar dibawah menunjukan rantai nilai Porter yang terdiri dari  aktivitas utama (primary activities) dan aktivitas pendukung (support activities) (Porter 1985).

 Aktivitas utama (primary activities) pada rantai nilai ini adalah sebagai berikut:
a. Inbound  logistic:  aktivitas  yang  dilakukan  berhubungan  dengan  penerimaan, penyimpanan, dan penyebaran.
b.   Operations: aktivitas yang mentransformasikan masukan jadi keluaran
c. Outbound logistic : aktivitas yang berhubungan dengan menyebarkan produk/jasa kepada pelanggan
d. Marketing dan sales : kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran dan penjualan, diantaranya penelitian pasar dan promosi.
e. Service : kegiatan yang berhubungan dengan penyedia layanan untuk meningkatkan pemeliharaan produk  seperti  instalasi,  pelatihan,  perbaikan,  suplai  bahan,  dan perawatan

Aktivitas pendukung  (support  activities)  adalah  kegiatan  yang  mendukung  aktivitas utama, tidak terlibat langsung dalam produksi, namun memiliki potensi meningkatkan efesiensi dan efektifitas. Kegiatan pendukung yang digambarkan Porter adalah sebagai berikut:
a. Firm Infrastructure : terdiri atas sistem dan fungsi pendukung, diantaranya finance, planning, quality control, dan general senior management.
b. Human   Resources   Management   :   berhubungan  dengan  akt ivitas   rekruitment, pengembangan, pelatihan, memotivasi, serta pemberian penghargaan kepada tenaga kerja.
c. Technology   Development :   aktivitas   yang   terkait   produk,   proses   perbaikan, perancangan  peralatan, pengembangan  perangkat lunak komputer, sistem telekomunikasi, kapabilitas basis data baru, dan pengembangan dukungan sistem berbasis komputer.
d. Procurement : kegiatan yang berhubungan dengan bagaimana sumber daya diperoleh diantaranya fungsi pembelian input yang digunakan dalam value chain organisasi.

Kiat Sukses Menjadi Seorang Network Engineer

Read more…

McFarlan Grid

November 29th, 2012 No comments

Model pemetaan McFarlan bertujuan untuk menganalisis suatu aplikasi atau sistem informasi di suatu operasional Organisasi berdasarkan kondisi saat ini, kondisi yang direncanakan serta aplikasi-aplikasi yang dianggap berpotensi dalam menunjang bisnis operasional organisasi. Pemetaan tersebut dibagi atas kategori yang didefinisikan sebagai berikut :

  • Kuadran 1 merupakan kuadran Support;
  • Kuadran 2 merupakan kuadran Operational;
  • Kuadran 3 merupakan kuadran High Potential;
  • Kuadran 4 merupakan kuadran Strategic.

Pemetaan ini mempermudah operasional pihak manajemen untuk mengambil keputusan dalam menentukan posisi sistem teknologi informasi operasional Organisasi di dalam kuadran tersebut serta keinginan operasional Organisasi dalam menentukan ke arah mana sistem informasi akan dipenuhi yang tentunya disesuaikan dengan kapabilitas dan visi serta misi operasional Organisasi di masa yang akan datang.

Read more…

Categories: World Of ICT Tags:

Pemilihan Architecture Enterprise Framework

November 28th, 2012 No comments

Untuk  memilih  sebuah  arsitektur  enterprise  framework  terdapat  kriteria yang berbeda yang bisa dijadikan sebagai acuan (Setiawan 2009), yaitu:

  • Tujuan dari arsitektur enterprise dengan melihat bagaimana definisi arsitektur dan pemahamannya, proses arsitektur yang telah ditentukan sehingga mudah untuk diikuti, serta dukungan terhadap evolusi arsitektur.
  • Input untuk aktivitas arsitektur enterprise seperti pendorong bisnis dan input teknologi.
  • Output dari aktivitas arsitektur enterprise seperti model bisnis dan desain transisional utnuk evolusi dan perubahan.
  • Framework merupakan sebuah bagian penting dalam pendesainan arsitektur enterprise yang seharusnya memiliki kriteria: Kiat Sukses Menjadi Seorang Network Engineer

a) Reasoned. Framework yang masuk  akal   yang dapat memungkinkan pembuatan arsitektur yang bersifat deterministik ketika terjadi perubahan batasan dan tetap  menjaga  integritasnya  walaupun  menghadapi  perubahan  bisnis  dan teknologi serta demand yang tak terduga.

b) Cohesive.Framework yang kohesif memiliki sekumpulan perilaku yang akan seimbang dalam cara pandang dan ruang lingkupnya.

c)  Adaptable  Framework. Haruslah  bisa  beradaptasi  terhadap  perubahan  yang  mungkin sangat sering terjadi dalam organisasi.

d)  Vendor-independent. Framework  haruslah  tidak  tergantung  pada  vendor  tertentu  untuk  benar- benarmemaksimalkan benefit bagi organisasi.

e)  Technology-independent. Framework haruslah tidak tergantung pada teknologi yang ada saat ini, tapi dapat menyesuaikan dengan teknologi baru.

f)    Domain-neutral.  Adalah  atribut   penting   bagi  framework  agar   memiliki  peranan  dalam pemeliharaan tujuan organisasi.

 g)  Scalable. Framework haruslah beroperasi secara efektif pada level departemen, unit bisnis,   pemerintahan   dan   level   korporat   tanpa   kehilangan   fokus   dan kemampuan untuk dapat diaplikasikan.

uot;http://www.baytanelektrik.wordpress.com/2018/02/04/en-yakin-elektrikci/” title=”en yakın elektrik?i”>en yakın elektrik?ifilmi full izleerkek kemer modellerioto ekspertizeba, e okulGiyim Bayilik

Arsitektur Teknologi Informasi

November 28th, 2012 No comments

Definisi Arsitektur Teknologi Informasi

ITIL v3 (Information Technology Infrastructure Library v3) (2011), mendifinisikan arsitektur teknologi informasi adalah seluruh aspek meliputi piranti keras, piranti lunak, perangkat jaringan dan fasilitas lainnya yang diperlukan untuk pengembangan, ujicoba, pengaturan dan daya dukung terhadap aplikasi dan layanan teknologi informasi. Seluruh aspek harus  dikelola  ketika  dijalankan  untuk memastikan  elemen-elemen  tersebut  beroperasi  sebagaimana  mestinya dan membentuk satu operasi yang lancar sehingga memenuhi kebutuhan pengguna.

IBM (International Business Machine) mendefinisikan 6 (enam) jenis disiplin arsitektur teknologi informasi sebagai berikut , Kiat Sukses Menjadi Seorang Network Engineer

  1. Arsitektur perusahaan (enterprise architecture). Seorang arsitek perusahaan berfokus pada pemetaan kemampuan-kemampuan teknologi informasi dengan kebutuhan-kebutuhan bisnis. Arsitek bertanggung  jawab  terhadap keseluruhan  sistem  intensif  perangkat  lunak perusahaan, termasuk hubungan di antara berbagai aplikasi, berbagi data di antara aplikasi,  integrasi dari aplikasi, dan infrastruktur untuk menjalankan aplikasi tersebut.
  2. Arsitektur aplikasi (application architecture). Arsitek  aplikasi  berfokus  pada  desain aplikasi  untuk mengotomatisasikan proses  bisnis  dan menyediakan  fungsionalitas  yang  membantu pengguna untuk melakukan  pekerjaan  bisnis.  Tanggung jawab  arsitek meliputi merancang aplikasi  untuk memenuhi  kebutuhan fungsional  pengguna  dan keperluan  kualitas  pelayanan yang meliputi  performansi  (performance), ketersediaan (availability), skalabilitas (scalability), keamanan (security), dan integritas  (integrity).  Tanggung jawab  juga  meliputi  mengevaluasi  dan memilih  perangkat  lunak dan  perangkat  keras  yang dibutuhkan  untuk menjalankan aplikasi, termasuk perangkat dan metodologi           untuk mengembangkan aplikasi.
  3. Arsitektur informasi (information architecture). Arsitek informasi  berfokus  pada  data  yang digunakan berbagai  aplikasi, termasuk struktur,  integritas,  keamanan,  dan  kemampuan akses dari data. Tanggung jawab  arsitek meliputi merancang,  membangun,  menguji, menginstalasi,  menjalankan,  dan  memelihara  sistem  untuk mengelola  data tersebut.  Desain  dari  sistem  tersebut  harus  memperhitungkan  keperluan  data dari sisi sumber, lokasi, integritas, ketersediaan, performansi, dan usia data.
  4. Arsitektur infrastruktur (infrastructure architecture). Arsitek infrastruktur  berfokus  pada  rancangan dari  perangkat  keras  dan perangkat  lunak server yang meliputi  komputer  server,  media  penyimpanan, workstation, middleware,  perangkat  lunak non  aplikasi,  jaringan,  serta fasilitas-fasilitas fisik yang mendukung aplikasi dan proses-proses bisnis yang dibutuhkan perusahaan. Tanggung jawab arsitek meliputi pengevaluasian dan pemilihan komponen-komponen tersebut, memodelkan,  mensimulasikan, dan menguji  untuk menvalidasi  rancangan  dan  produk yang dipilih;  serta performansi, ketersediaan, dan skalabilitas infrastruktur yang dihasilkan.
  5. Arsitektur integrasi (integration architecture). Arsitek integrasi berfokus pada rancangan solusi yang memungkinkan aplikasi saat ini, penawaran paket perangkat lunak, jaringan, dan sistem-sistem bekerja bersama  di  dalam  maupun di  antara  organisasi.  Solusi  tersebut  boleh menggunakan  teknologi,  vendor,  platform,  maupun  gaya  pemrograman  yang berbeda.
  6. Arsitektur operasi (operation architecture). Arsitek operasi berfokus pada rancangan solusi untuk mengelola infrastruktur dan  aplikasi  yang  digunakan  perusahaan.  Tanggung jawab  arsitek meliputi pendefinisian rencana, strategi, dan arsitektur untuk instalasi, operasi, migrasi, dan tata kelola dari sistem informasi yang kompleks

Read more…

Enterprise Architecture (Arsitektur Perusahaan)

November 28th, 2012 No comments

Arsitektur Perusahaan

Menurut Zachman  (1997), Arsitektur perusahaan merupakan sekumpulan representasi yang diperlukan untuk menggambarkan sebuah sistem atau perusahaan berkenaan dengan konstruksi, pemeliharaan, dan perkembangannya.

Dijelaskan juga oleh FEAPMO (Federal Enterprise Architecture Program Management Office) (2003), Arsitektur perusahaan merupakan pusat aset informasi strategis yang mendefinisikan misi bisnis, informasi yang diperlukan untuk menjalankan misi, teknologi yang diperlukan untuk melakukan misi, dan proses-proses transisional untuk mengimplementasikan teknologi baru sebagai respon terhadap perubahan kebutuhan-kebutuhan misi.

Sedangkan menurut Schekkerman  (2004) bahwa Arsitektur perusahaan merupakan pernyataan lengkap dari perusahaan, sebuah master plan yang ”bertindak sebagai kekuatan kolaborasi” di antara aspek-aspek dari perencanaan bisnis seperti tujuan, visi, strategi, dan prinsip-prinsip tata kelola, aspek-aspek dari kegiatan bisnis seperti syarat-syarat bisnis, struktur organisasi, proses, dan data, aspek-aspek otomasi seperti sistem informasi dan basis data, serta infrastruktur berbasis teknologi dari bisnis seperti komputer, sistem operasi, dan jaringan.

Tujuan dan Manfaat Arsitektur Perusahaan (Enterprise Architecture)

Menurut Joachim Schelp dan Matthias Stutz  apabila dilakukan prinsip tata kelola untuk mengontrol perkembangan dan implementasi arsitektur tersebut maka akan didapat keuntungan dari arsitektur perusahaan yang dikelompokkan dalam 5 (lima) keuntungan sebagai berikut: Kiat Sukses Menjadi Seorang Network Engineer

Read more…

Zachman framework

November 28th, 2012 No comments

Zachman framework merupakan salah satu kerangka kerja yang digunakan untuk  mengembangkan  arsitektur  enterprise  yang  diperkenalkan  oleh  John Zachman sejak tahun 1987. Ia menemukan bahwa dokumen-dokumen enterprise itu bermacam-macam, ada yang berbentuk teks, diagram, gambar dan lain-lain. Dokumen-dokumen  ini kadang  menjelaskan  hal  yang  sama  namun dari sudut pandang  yang  berbeda.  Agar  dokumen  tersebut  dapat mudah  dipahami  dan dikelola,  maka  Zachman  mengusulkan  agar  dokumen  tersebut dikelompok- kelompokkan.  Kerangka  kerja  Zachman  merupakan  suatu  alat  bantu  yang dikembangkan untuk memotret arsitektur organisasi dari berbagai sudut pandang dan  aspek, sehingga  didapatkan  gambaran  organisasi  secara  utuh .Pada dasarnya kerangka kerja Zachman sebagai alat bantu berpikir (Zachman1996),   yang   dapat   membantu arsitek   dan   manager   dalam   mengisolasi, memodulasi, dan memetakan masalah sehingga menjadi lebih sederhana, lebih mudah dipahami dan lebih fokus. Kerangka kerja Zachman tidak harus digunakan untuk keseluruhan enterprise secara seketika karena akan memakan terlalu banyak waktu dan biaya. Penggunakan kerangka kerja ini dapat dilakukan secara bertahap berbasis pada  pendekatan  “sepotong-sepotong”.  Ini  berarti  memecah  proyek arsitektur enterprise menjadi proyek  berdasarkan skala prioritas.

Zachman framework terdiri dari 6 (enam) kolom dan 6 (enam) baris. Tiap baris menyajikan perspektif dari sudut pandang perencana (planner), pemilik (owner),   perancang (designer), pengembang (builder), subkontraktor (sub-contractor) dan functioning enterprise. Tiap kolom merepresentasikan fokus, abstraksi, atau topik arsitektur enterprise, yaitu: data, fungsi, jaringan, manusia, waktu, dan motivasi. Secara rinci, setiap baris dalam kerangka kerja Zachman merepresentasikan perspektif berikut:

  • Perencana (planner): menetapkan konteks, latar belakang, dan tujuan.
  • Pemilik (owner): menetapkan model konseptual dari enterprise.
  • Perancang  (designer): menetapkan model sistem informasi sekaligus menjembatani   hal yang diinginkan pemilik dan hal yang dapat direalisasikan secara teknis dan fisik.
  • Pengembang  (builder):  menetapkan model teknis dan fisik  yang digunakan dalam mengawasi penerapan  teknis dan fisik.
  • Subkontraktor  (sub-contractor):  menetapkan  peran  dan  rujukan  bagi  pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan pembangunan sistem informasi.
  • Functioning  enterprise:  merepresentasikan  perspektif  pengguna  dan  wujud nyata hasil penerapan. Kiat Sukses Menjadi Seorang Network Engineer

Read more…

Categories: World Of ICT Tags: