Archive

Archive for the ‘World Of ICT’ Category

Mrogram Part-4 Python-Mikrotik BGP IPv4 Count

March 7th, 2014 No comments

Part 4  saya membahas bagaimana python membaca nilai prefix   count BGP IPv4 yang diadvertise, lalu menyimpan ke database dan memunculkan data statistik dalam bentuk grafik, hasilnya seperti dibawah

bgp

1. Buat File di Mikrotik:  
/file print file=bgp

2. Buat Script dan Scheduler di Mikrotik:
:local first [/ip route print count-only terse];
/file set bgp.txt contents=  "$first"

Buat Scheduler

;;; ipv6 COUNT
name="bgp" start-date=jan/02/1970 start-time=05:00:00 
interval=1m4s on-event=bgp owner=mahmudsaja 
policy=reboot,read,write,policy,test,password,sniff,sensitive 
run-count=12353 next-run=10:36:00 

 Read more...

Mrogram Part-3 Python Mikrotik IPv4 connection

March 7th, 2014 No comments

Part 3  saya membahas bagaimana python membaca nilai IPv4 Firewall Connection  count lalu menyimpan ke database dan memunculkan data statistik dalam bentuk grafik, hasilnya seperti dibawah

ipfirewall

1. Buat File di Mikrotik:  
/file print file=ipfirewall

2. Buat Script dan Scheduler di Mikrotik:
:local first [/ip ipfirewall connection print count-only brief];
/file set ipfirewall.txt contents=  "  $first "

Buat Scheduler

;;; ipfirewall COUNT
name="ipfirewall" start-date=jan/02/1970 start-time=05:00:00 
interval=1m4s on-event=ipfirewall owner=mahmudsaja 
policy=reboot,read,write,policy,test,password,sniff,sensitive 
run-count=12353 next-run=10:36:00 

3. Buat Database
mysql> show tables;
+--------------------+
| Tables_in_mikrotik |
+--------------------+
| user_host          |
| user_sso
| user_dnscache      |
+--------------------+
2 rows in set (0.00 sec)

mysql> CREATE TABLE `user_ipfirewall` ( `waktu` datetime DEFAULT NULL,  `ipfirewall` int(40) DEFAULT NULL);                    Query OK, 0 rows 

affected (0.13 sec)
 Read more...

Mrogram Part-2 Python Mikrotik DNS Cache

March 7th, 2014 No comments

Part 2  saya membahas bagaimana python membaca nilai DNS  Cache count lalu menyimpan ke database dan memunculkan data statistik dalam bentuk grafik, hasilnya seperti dibawah

dnscache

How To Python and MIkrotik /ip dns cache

1. BUat File di Mikrotik:  
/file print file=dnscache

2. Buat Script dan Scheduler di Mikrotik:
:local first [/ip dnscache print count-only terse];
/file set dnscache.txt contents=  "  $first "

Buat Scheduler

;;; dnscache COUNT
name="dnscache" start-date=jan/02/1970 start-time=05:00:00 
interval=1m4s on-event=dnscache owner=mahmudsaja 
policy=reboot,read,write,policy,test,password,sniff,sensitive 
run-count=12353 next-run=10:36:00 

3. Buat Database
mysql> show tables;
+--------------------+
| Tables_in_mikrotik |
+--------------------+
| user_host          |
| user_sso
| user_dnscache      |
+--------------------+
2 rows in set (0.00 sec)

mysql> CREATE TABLE `user_dnscache` ( `waktu` datetime DEFAULT NULL,  `dnscache` int(40) DEFAULT NULL);                    Query OK, 0 rows 

affected (0.13 sec)

4. Isi Direktori
 Read more...

Mrogram Part-1 Python-Mikrotik DHCP Server lease Count

March 7th, 2014 No comments

Beberapa hari ini ingin menyalurkan hasrat mrogram,  penasaran saja bagaimana python bisa bekerja sama dengan mikrotik untuk menghasilkan data statistik load network,  part 1 ini saya membahas bagaimana python membaca nilai DHCP lease count lalu menyimpan ke database dan memunculkan data statistik dalam bentuk grafik, hasilnya seperti dibawah

dhcpserver

Langsung sajalah liat note saya selama mrogram, kalau ada yang mau coba dan tidak jelas silahkan tinggalkan komen dibawah

HOW TO Mikrotik Python [ip dhcp-server lease print count-only]

1. Buat File di Mikrotik:  
/file print file=dhcp-server

2. Buat Script dan Scheduler di Mikrotik:
:local first [/ip dhcp-server lease print count-only active];
/file set dhcp-server.txt contents=  "$first"

Buat Scheduler

;;; DHCP-SERVER COUNT
name="dhcp-server" start-date=jan/02/1970 start-time=05:00:00 
interval=1m4s on-event=dhcp-server owner=mahmudsaja 
policy=reboot,read,write,policy,test,password,sniff,sensitive 
run-count=12353 next-run=10:36:00 

3. Buat Database
mysql> show tables;
+--------------------+
| Tables_in_mikrotik |
+--------------------+
| user_host          |
| user_sso           |
+--------------------+
2 rows in set (0.00 sec)

mysql> CREATE TABLE `user_dhcpserver` (   `waktu` datetime DEFAULT NULL,   `dhcpserver` int(40) DEFAULT NULL);                    Query OK, 0 rows affected (0.13 sec)

4. Isi Direktori
 Read more...

Power Inline mode Cisco Catalyst and impact to Aruba Access Point

February 27th, 2014 No comments

Mengawali pagi yang cerah ini saya ingin bercerita mengenai progress project pemasangan 100 perangkat Access Point indoor dan 30 unit Access Point dengan Merk Aruba di lingkungan internal Unila.  Tipe akses point yang dipergunakan adalah Aruba IAP-135 (Indoor) dan IAP-175P (Outdoor) ,  seluruh perangkat akses point dikelola melalui 2 redundant controller seri 7210.

Indoor Antena IAP-135

OutDoor IAP-175P

WLAN Controller Aruba 7210

Mungkin muncul pertanyaan dari pembaca mengapa UPT Puskom memilih perangkat yang saya sebut diatas, dari hasil penelurusan tim memang Brand ini bersaing “Head to Head” dengan Cisco, dengan fitur sepadan  mereka sanggup memberikan harga penawaran sangat kompetitif  dibanding Cisco,   memang sih kalau kita lihat masih banyak brand lain dengan harga sangat murah sebut saja perangkat LinkSys, TPLink, EdiMax, dll  yang juga masih berjalan di eksisting jaringan Unila, yang membuat menjadi menarik adalah teknologi CONTROLLER dari Aruba yang disebut sebut sebagai salah satu New Next Generation (NGN)  dalam bidang Nir Kabel, dibekali dengan supporting teknologi 802.11ac (Gigabit Wi-Fi), fasilitas BYOD (Bring Your Own Device) , fitur management user dan reporting,  statefull firewall policy,   manages authentication, encryption,  VPN connections,  fully support IPv4 dan IPv6 ,  Aruba Policy Enforcement Firewall™ dengan AppRF Technology, Aruba Adaptive Radio Management™, dan Aruba RFProtect™  spectrum analysis dan wireless intrusion protection (http://www.arubanetworks.com/products/mobility-controllers/7200-series/). Inline dengan restra TIK Unila yang menyatakan konsistensi dukungan terhadap adaptasi teknologi terbaru  maka Puskom mencoba untuk memasuki era teknologi nir kabel modern dengan mengimplementasikan teknologi ini pada semester genap 2014, denger kabar kabur di Indonesia baru kampus Unila saja yang mengadopsi teknologi mobile wireless controller si Aruba ini 😀 .

Alhamdulillah hampir 100% dari perangkat outdoor/indoor terpasang sudah dapat dipergunakan,  dengan posisi penempatan terlampir dibawah, diharapkan dengan adanya penambahan 130 perangkat access point ini dapat meningkatkan pelayanan ICT fakultas dalam rangka meningkatkan kualitas atmosfer akademik di Universitas Lampung. Insya Alloh tahu tahun kedepan infrastructure dan coverage area akan semakin ditingkatkan.

indoor

Sekarang kita coba lihat isi daleman dari Controller-nya Aruba ini 😀

CaptureGambar diatas  adalah  screenshoot dari salah satu user yang terhubung dengan perangkat Aruba Indoor,  disini kita bisa memantau kualitas sambungan wireless dari client (SNR, Dropped Frames, Throughput, AP Name, Channel, Speed, Info Device, Usage, Role, dll), wah kumplit lah pokoknya :-) .

Sekarang kita coba beralih dari sisi client,  pagi tadi saya coba menghubungkan perangkat SmartPhone Android saya ke salah satu AP Indoor di Puskom, dengan jarak hanya sekitar 10 meter-an hanya mendapatkan 1-2 bar sinyal WIFI, tentu saja kejadian ini kurang menggembirakan kemudian saya menduga  bahwa power dari perangkat ini tidak maksimal.  Lets check informasi power pada Distribution Switch CISCO 2906-G yang digunakan untuk memberikan power ke perangkat.

puskom-switch-77#sh power inline

Module   Available     Used     Remaining
          (Watts)     (Watts)    (Watts)
------   ---------   --------   ---------
1           740.0      120.0       620.0
Interface Admin  Oper       Power   Device              Class Max
                            (Watts)
--------- ------ ---------- ------- ------------------- ----- ----
Gi1/0/1   static on         15.4    Ieee PD             4     30.0
Gi1/0/2   static on         15.4    Ieee PD             4     30.0
Gi1/0/3   static on         15.4    Ieee PD             4     30.0
Gi1/0/4   static on         15.4    Ieee PD             4     30.0
Gi1/0/5   auto   off        0.0     n/a                 n/a   30.0
Gi1/0/6   auto   off        0.0     n/a                 n/a   30.0
Gi1/0/7   auto   off        0.0     n/a                 n/a   30.0
Gi1/0/8   auto   off        0.0     n/a                 n/a   30.0
Gi1/0/9   auto   off        0.0     n/a                 n/a   30.0
Gi1/0/10  auto   off        0.0     n/a                 n/a   30.0
Gi1/0/11  auto   off        0.0     n/a                 n/a   30.0
Gi1/0/12  auto   off        0.0     n/a                 n/a   30.0
Gi1/0/13  auto   off        0.0     n/a                 n/a   30.0

OK, dari informasi power yang dikeluarkan distribution switch rupanya tidak maksimal,  Alhamdulillah setelah dinaikin powernya ke maksimal 30 Watt, kualitas sinyal di Anroid jauh lebih baik

Screenshot_2014-02-27-09-08-14

After 30 Watt

That’s it,  demikian share info dari saya, mau lanjut dulu urus dokumen fungsional setelah hampir 6 tahun gak pernah di urus 😀

Cara mendapatkan licence gratis cPanel untuk segmen education

February 22nd, 2014 No comments

Cpanel adalah aplikasi web hosting terpopuler saat ini, hampir semua penyedia layanan hosting terkemuka menggunakan platform cPanel dalam melayani penggunanya, Fitur yang dimiliki cPanel sangatlah mumpuni diantaranya fitur reseller, domain, parking domain, ftp, database, backup, full web base, dll. Dengan fitur yang seabrek-abrek tadi maka tak heran banyak user yang nyaman dan cocok menggunakannya. Dibalik fitur canggih dan kenyamanan penggunaannya rupanya  berbanding lurus juga dengan harganya 😀 , berikut harga resmi yang dirilis official web cPanel

Dedicated Licenses
1 Year$425
2 Year$775
3 Year$1075

VPS Licenses
1 year$200

Anda tidak usah khawatir dengan harga diatas, rupanya cPanel juga menyediakan secara GRATIS khusus untuk lembaga/unit/organisasi NonProfit/Education (syarat dan ketentuan berlaku), silahkan ikuti langkah-langkah yang baru-baru ini juga saya lakukan untuk mendapatkan licence for free.

1.   Akses url berikut https://cpanel.net/company/civic-responsibility/edu-and-non-profit-licensing/, Gunakan Internet Explorer, karena Chrome dan Firefox tidak dapat memunculkan textbox formulir pendaftaran, jelasnya saya paste dibawah isian formulir yang harus diisi,

1

2

yang perlu diingat adalah anda harus melampirkan foto kartu identitas bahwa anda adalah salah satu member dalam organisasi, saya melampirkan kartu tanda anggota sebagai pengelola UPT Puskom Unila dan menunjukkan url yang menjelaskan posisi saya dalam organisasi (contoh www.unila.ac.id/teknologi-informasi) , nama kita harus tercantum di url tadi karena akan diperiksa oleh verifikator cpanel.

2.  Setelah submit aplikasi selesai anda akan menerima email dari cPanel berisi beberapa pertanyaan verifikasi untuk kepentingan licence.

3

Berikan penjelasan sejelas jelasnya posisi anda seperti apa, peruntukan licence yang akan digunakan seperti apa, yakinkan mereka bahwa kita menggunakan servis ini untuk kepentingan non komersial.

3.  Apabila permohonan sudah disetujui, CS akan mengirimkan prosedur registrasi yang harus dilakukan, berikut saya paste email panduan registrasi akun dan cara mendaftarkan licence

Hello Gigih,
Thank you for your assistance.  Your package access has been added and no additional documentation is needed at this time. Your application will be applied to the request once is has been received. If you are currently signed into your account, please re-enter the store so the package can appear onto your account
You may use the instructions below as a guide when submitting your order:
1. Login to Store through go.cpanel.net/store
2. Go to Store Home
3. Under Products, select cPanel & WHM
4. Select Buy Now under the Main pricing area
5. Under Dedicated, select Educational License $30
6. Enter the IP address associated with your order
7. Follow the prompts until an order confirmation number is provided
NOTE: This license may only be used for educational purposes for your school/university and may not be used for commercial hosting. Please also note that if the licenses go unused for 90 consecutive days the Educational license will automatically expire.
Educational Licenses are offered at no cost with a one time 30.00 processing fee per license. The licenses will remain active, and no costs for renewal’s will be incurred for them. This one time fee covers activation and processing of the order. There is no other cost or fee beyond this one for the license.
I do want to specify as well for you that the licenses must remain in active use for them to continue. If they fail to sync with our license servers for more than 90 consecutive days it will automatically expire itself and need to be reordered. Based on the use you are planning to use them for this should never be an issue but I do want to make sure you have all of the information regarding this.
I hope this answers all of your questions and if you have further questions please let me know.

4.   Ingat bahwa kita harus mengeluarkan $30 per IP  untuk satu kali aktifasi dimuka saja,  tahun tahun berikutnya gratis, pembayaran dilakukan menggunakan kartu kredit,

45.  Setelah pembayaran selesai pengelola akan mengirimkan email status permohonan kita

Hello Gigih,
Thank you for your response to Andrew’s email.  As he is currently unavailable at this time, I will be happy to further assist you in his place.
Your order (1165945) for an Educational License on IP 103.xxx.xxx  and IP 103.xxx.xxx has been processed and you may verify your licenses here:
http://verify.cpanel.net/index.cgi?ip=103.xxx.xxx
http://verify.cpanel.net/index.cgi?ip=103.xxx.xxx
You will have received a separate email to confirm this.  Your licenses are now active and if you have any issues, you may want to run the following refresh command:
/usr/local/cpanel/cpkeyclt
Should you have any additional questions, or if there is anything else that I may assist you with, please let me know.
Kind regards,

Read more…

Syslog-NG dan mikrotik system logging

February 22nd, 2014 No comments

Syslog-Ng merupakan salah satu solusi sistem logging tersentral, selain pengelolaannya yang relatif mudah aplikasi ini kompatibel dengan berbagai perangkat networking dan beragam sistem operasi server,  juga mendukung penyimpanan sistem logging kedalam database dan pastinya aplikasi ini free/opensource/gratis. Mari bereksperimen bagaimana caranya agar seluruh informasi log pada Mikrotik (Sebagai salah satu contoh) dikirimkan melalui syslog server berbasis Syslog-Ng ini.

1.  Pastikan Sistem Operasi pada syslog server telah berjalan baik (bisa menggunakan FreeBSD, Linux, etc)

2.  Install aplikasi Syslog-Ng,  prosedur instalasi untuk masing masing sistem operasi akan berbeda-beda

Contoh proses install menggunakan sistem operasi Linux Ubuntu Server

root@cisco-radius:~# apt-get install syslog-ng
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
syslog-ng is already the newest version.
0 upgraded, 0 newly installed, 0 to remove and 7 not upgraded.
root@cisco-radius:~#

3.  Lakukan modifikasi konfigurasi dengan menambahkan line code berikut

root@cisco-radius:~# vi /etc/syslog-ng/syslog-ng.conf

#Listen UDP agar Server dapat membaca logging Via UDP port 514
source s_udp { udp();
};

destination d_hotspot { file("/var/log/MTR$YEAR$MONTH$R_DAY.log"); };
destination d_serv { udp("192.168.xxx.xxx" port(514)); };
log { source(s_udp); destination(d_hotspot); destination(d_serv); };

4.  Arahkan system login dari Mikrotik remote ke server log

1

2

35.  Terakhir periksa apakah log sudah berhasil dibaca ??

root@cisco-radius:~# tail -f /var/log/MTR20140222.log
Feb 22 06:33:50 192.168.xxx.xxx Subnet-Mask = 255.255.255.0
Feb 22 06:33:50 192.168.xxx.xxx Router = xxx.xxx.200.253
Feb 22 06:33:50 192.168.xxx.xxx Domain-Server = xxx.xxx.200.253
Feb 22 06:33:58 192.168.xxx.xxx server-1000-library: dynamic host xxx.xxx.100.12 removed: idle timeout
Feb 22 06:33:59 192.168.xxx.xxx server-116-adpc-puskom received Boot-Request with id 810701394 from 0.0.0.0
Feb 22 06:33:59 192.168.xxx.xxx secs = 15716
Feb 22 06:33:59 192.168.xxx.xxx flags = broadcast
Feb 22 06:33:59 192.168.xxx.xxx ciaddr = 0.0.0.0
Feb 22 06:33:59 192.168.xxx.xxx chaddr = EC:CD:6D:95:A1:CC
Feb 22 06:33:59 192.168.xxx.xxx Host-Name = "AT-8000S/24   "
Feb 22 06:34:07 192.168.xxx.xxx server-1000-library: new host detected D4:BE:D9:F4:E1:2E/xxx.xxx.100.6 by ARP reply to xxx.xxx.100.253
Feb 22 06:34:07 192.168.xxx.xxx server-1000-library: dynamic host D4:BE:D9:F4:E1:2E/xxx.xxx.100.6 added, ip xxx.xxx.100.12

6. Thats’ it, silahkan dicoba sendiri bereksperimen. Good Lak.

BGP Visualization using Python and Scapy

February 12th, 2014 No comments

Kerjaan iseng sore ini adalah mencoba memanfaatkan fasilitas network pada python dan scapy, target keisengan adalah bagaimana memunculkan path BGP menggunakan script python dan scapy ini, dari literatur yang sempat saya baca scapy memiliki kemampuan untuk plotting visualisasi routing yang dilewati, menariknya bisa memonitor beberapa path BGP sekaligus dalam satu frame, ujicoba sore ini saya buat ada 9 host yang dimonitor.

Pertama pastikan bahwa seluruh library yang dibutuhkan untuk visual environment Scapy terinstall dengan baik, apabila library belum terinstall semua, akan muncul informasi berikut;

root@cisco-radius:~# scapy
Welcome to Scapy (2.2.0)
INFO: Can't import python gnuplot wrapper . Won't be able to plot.
INFO: Can't import PyX. Won't be able to use psdump() or pdfdump().
>>>

Pastikan bahwa python library   gnuplot, PyX, dan Graphviz telah terinstall dengan baik, agar python dapat menampilkan grafik visualisasi, apabila sudah selesai tinggal gunakan script program yang telah disediakan scapy untuk mengambil data route object yang telah ditentukan,

root@cisco-radius:~# scapy
Welcome to Scapy (2.2.0)
>>>
>>> res,unans = traceroute(["www.ui.ac.id","www.freebsd.org","www.yahoo.com","www.itb.ac.id","www.detik.com","www.mit.edu","www.keio.ac.jp","www.mit.edu","www.ynu.ac.jp"],dport=[80],maxttl=20,retry=-2)
Begin emission:
***************************************************************************************.*********************.**************.*******************.*****.*******....**********.********Finished to send 180 packets.
**.***.*......Begin emission:
Finished to send 3 packets.
Begin emission:
Finished to send 3 packets.
.......
Received 202 packets, got 177 answers, remaining 3 packets
 106.10.139.246:tcp80 131.113.134.20:tcp80 133.34.19.181:tcp80 152.118.24.181:tcp80 167.205.1.34:tcp80 184.26.203.59:tcp80 203.190.241.43:tcp80 8.8.178.110:tcp80
1 192.168.1.234 11 192.168.1.234 11 192.168.1.234 11 192.168.1.234 11 192.168.1.234 11 192.168.1.234 11 192.168.1.234 11 192.168.1.234 11
2 103.3.46.254 11 103.3.46.254 11 103.3.46.254 11 103.3.46.254 11 103.3.46.254 11 103.3.46.254 11 103.3.46.254 11 103.3.46.254 11
3 103.3.78.105 11 103.3.78.105 11 103.3.78.105 11 103.3.78.109 11 103.3.78.109 11 103.3.78.105 11 103.3.78.109 11 103.3.78.105 11
4 119.252.175.213 11 119.252.175.213 11 119.252.175.213 11 218.100.27.129 11 202.58.171.254 11 119.252.175.213 11 218.100.27.129 11 119.252.175.213 11
5 119.252.175.173 11 119.252.175.173 11 80.239.167.101 11 218.100.36.88 11 10.205.23.1 11 119.252.175.173 11 218.100.36.9 11 119.252.175.173 11
6 119.252.175.222 11 119.252.175.222 11 213.155.136.118 11 172.16.10.2 11 167.205.23.3 11 119.252.175.222 11 203.190.244.34 11 119.252.175.222 11
7 202.79.197.3 11 120.29.215.85 11 213.155.136.44 11 152.118.24.181 SA 167.205.1.34 SA 202.79.197.102 11 - 63.218.107.57 11
8 203.84.209.75 11 180.87.96.22 11 152.179.21.41 11 152.118.24.181 SA 167.205.1.34 SA 184.26.203.59 SA - 63.218.179.34 11
9 106.10.128.3 11 180.87.12.1 11 152.63.114.234 11 152.118.24.181 SA 167.205.1.34 SA 184.26.203.59 SA 203.190.241.43 SA 216.115.101.227 11
10 106.10.128.27 11 180.87.12.110 11 152.63.0.9 11 152.118.24.181 SA 167.205.1.34 SA 184.26.203.59 SA 203.190.241.43 SA 8.8.178.93 11
11 106.10.128.85 11 180.87.180.1 11 152.63.114.26 11 152.118.24.181 SA 167.205.1.34 SA 184.26.203.59 SA 203.190.241.43 SA 8.8.178.110 SA
12 - 120.29.217.10 11 157.130.230.82 11 152.118.24.181 SA 167.205.1.34 SA 184.26.203.59 SA 203.190.241.43 SA 8.8.178.110 SA
13 106.10.139.246 SA 143.90.47.65 11 150.99.2.101 11 152.118.24.181 SA 167.205.1.34 SA 184.26.203.59 SA 203.190.241.43 SA 8.8.178.110 SA
14 106.10.139.246 SA 143.90.164.246 11 150.99.2.57 11 152.118.24.181 SA 167.205.1.34 SA 184.26.203.59 SA 203.190.241.43 SA 8.8.178.110 SA
15 106.10.139.246 SA 210.252.167.226 11 150.99.2.97 11 152.118.24.181 SA 167.205.1.34 SA 184.26.203.59 SA 203.190.241.43 SA 8.8.178.110 SA
16 106.10.139.246 SA 150.99.2.49 11 150.99.195.154 11 152.118.24.181 SA 167.205.1.34 SA 184.26.203.59 SA 203.190.241.43 SA 8.8.178.110 SA
17 106.10.139.246 SA 150.99.188.18 11 133.34.2.2 11 152.118.24.181 SA 167.205.1.34 SA 184.26.203.59 SA 203.190.241.43 SA 8.8.178.110 SA
18 106.10.139.246 SA 131.113.132.130 11 133.34.16.1 11 152.118.24.181 SA 167.205.1.34 SA 184.26.203.59 SA 203.190.241.43 SA 8.8.178.110 SA
19 106.10.139.246 SA 131.113.134.20 SA 133.34.19.181 SA 152.118.24.181 SA 167.205.1.34 SA 184.26.203.59 SA 203.190.241.43 SA 8.8.178.110 SA
20 106.10.139.246 SA 131.113.134.20 SA 133.34.19.181 SA 152.118.24.181 SA 167.205.1.34 SA 184.26.203.59 SA 203.190.241.43 SA 8.8.178.110 SA

Data yang sudah dicapture selanjutnya digenerate untuk mendapatkan visualiasi ASN-Path Graph , dan akan kira kira akan menghasilkan output berikut.

BGP-PATHOk done, and dissmiss.

 

Will be busy for next couple weeks

December 2nd, 2013 No comments

1441587_10152020414577822_164795879_n

Kedatangan beberapa barang berikut, untuk core switch dan distribution switch, termasuk diantaranya ASA PIX Firewall, WAN Router, 10Gig Modul, dan yang paling segede gaban yaitu seri nexus,  trailer lanjutan dari pengerjaan upgrade backbone fiber optik yang sudah selesai dikerjakan sejak dari 1 bulan lalu. Sekarang masuk ke fase integrasi sistem baru dengan existing sistem, will need more extra power to make this transition running smoothly. 

Expensive and HighClass Brand networking devices,  tentu demi Unila yang lebih baik. Bismillah… let this devices joint abroad to serve academic activity.

Selamat bertugas…….

nen yakın elektrik?ifilmi full izleerkek kemer modellerioto ekspertizeba, e okulGiyim BayilikKış lastiği fiyatlarıBağcılar elektrik?iGiyim bayilikAdıyamanen yakın elektrik?ifilmi full izleerkek kemer modellerioto ekspertizeba, e okulGiyim Bayilik

SIP over TCP using Asterisk IPPBX

December 2nd, 2013 No comments

SIP commonly runs over UDP but there are times when you may need to run it over TCP. To allow SIP TCP clients to connect with asterisk  is easy brader :-) , you just need to update sip_general_additional.conf  with the following config.

(Already tested on our production environtment)

;--------------------------------------------------------------------------------;
; Do NOT edit this file as it is auto-generated by FreePBX. All modifications to ;
; this file must be done via the web gui. There are alternative files to make ;
; custom modifications, details at: http://freepbx.org/configuration_files ;
;--------------------------------------------------------------------------------;
;
vmexten=*97
disallow=all
allow=ulaw
allow=alaw
allow=h263
allow=h264
videosupport=yes
context=from-sip-external
callerid=Unknown
notifyringing=yes
notifyhold=yes
limitonpeers=yes
tos_sip=cs3
tos_audio=ef
tos_video=af41
alwaysauthreject=yes
; This part below you should add
tcpenable=yes
tcpbindaddr=0.0.0.0

Within your SIP clients definition you have to add transport=tcp for each individual connection, just like this; Read more…