Archive

Posts Tagged ‘Arsitektur Teknologi Informasi’

Arsitektur Teknologi Informasi

November 28th, 2012 No comments

Definisi Arsitektur Teknologi Informasi

ITIL v3 (Information Technology Infrastructure Library v3) (2011), mendifinisikan arsitektur teknologi informasi adalah seluruh aspek meliputi piranti keras, piranti lunak, perangkat jaringan dan fasilitas lainnya yang diperlukan untuk pengembangan, ujicoba, pengaturan dan daya dukung terhadap aplikasi dan layanan teknologi informasi. Seluruh aspek harus  dikelola  ketika  dijalankan  untuk memastikan  elemen-elemen  tersebut  beroperasi  sebagaimana  mestinya dan membentuk satu operasi yang lancar sehingga memenuhi kebutuhan pengguna.

IBM (International Business Machine) mendefinisikan 6 (enam) jenis disiplin arsitektur teknologi informasi sebagai berikut , Kiat Sukses Menjadi Seorang Network Engineer

  1. Arsitektur perusahaan (enterprise architecture). Seorang arsitek perusahaan berfokus pada pemetaan kemampuan-kemampuan teknologi informasi dengan kebutuhan-kebutuhan bisnis. Arsitek bertanggung  jawab  terhadap keseluruhan  sistem  intensif  perangkat  lunak perusahaan, termasuk hubungan di antara berbagai aplikasi, berbagi data di antara aplikasi,  integrasi dari aplikasi, dan infrastruktur untuk menjalankan aplikasi tersebut.
  2. Arsitektur aplikasi (application architecture). Arsitek  aplikasi  berfokus  pada  desain aplikasi  untuk mengotomatisasikan proses  bisnis  dan menyediakan  fungsionalitas  yang  membantu pengguna untuk melakukan  pekerjaan  bisnis.  Tanggung jawab  arsitek meliputi merancang aplikasi  untuk memenuhi  kebutuhan fungsional  pengguna  dan keperluan  kualitas  pelayanan yang meliputi  performansi  (performance), ketersediaan (availability), skalabilitas (scalability), keamanan (security), dan integritas  (integrity).  Tanggung jawab  juga  meliputi  mengevaluasi  dan memilih  perangkat  lunak dan  perangkat  keras  yang dibutuhkan  untuk menjalankan aplikasi, termasuk perangkat dan metodologi           untuk mengembangkan aplikasi.
  3. Arsitektur informasi (information architecture). Arsitek informasi  berfokus  pada  data  yang digunakan berbagai  aplikasi, termasuk struktur,  integritas,  keamanan,  dan  kemampuan akses dari data. Tanggung jawab  arsitek meliputi merancang,  membangun,  menguji, menginstalasi,  menjalankan,  dan  memelihara  sistem  untuk mengelola  data tersebut.  Desain  dari  sistem  tersebut  harus  memperhitungkan  keperluan  data dari sisi sumber, lokasi, integritas, ketersediaan, performansi, dan usia data.
  4. Arsitektur infrastruktur (infrastructure architecture). Arsitek infrastruktur  berfokus  pada  rancangan dari  perangkat  keras  dan perangkat  lunak server yang meliputi  komputer  server,  media  penyimpanan, workstation, middleware,  perangkat  lunak non  aplikasi,  jaringan,  serta fasilitas-fasilitas fisik yang mendukung aplikasi dan proses-proses bisnis yang dibutuhkan perusahaan. Tanggung jawab arsitek meliputi pengevaluasian dan pemilihan komponen-komponen tersebut, memodelkan,  mensimulasikan, dan menguji  untuk menvalidasi  rancangan  dan  produk yang dipilih;  serta performansi, ketersediaan, dan skalabilitas infrastruktur yang dihasilkan.
  5. Arsitektur integrasi (integration architecture). Arsitek integrasi berfokus pada rancangan solusi yang memungkinkan aplikasi saat ini, penawaran paket perangkat lunak, jaringan, dan sistem-sistem bekerja bersama  di  dalam  maupun di  antara  organisasi.  Solusi  tersebut  boleh menggunakan  teknologi,  vendor,  platform,  maupun  gaya  pemrograman  yang berbeda.
  6. Arsitektur operasi (operation architecture). Arsitek operasi berfokus pada rancangan solusi untuk mengelola infrastruktur dan  aplikasi  yang  digunakan  perusahaan.  Tanggung jawab  arsitek meliputi pendefinisian rencana, strategi, dan arsitektur untuk instalasi, operasi, migrasi, dan tata kelola dari sistem informasi yang kompleks

Read more…