Archive

Posts Tagged ‘Reposting – ETIKA MENULIS DI FACEBOOK’

Reposting – ETIKA MENULIS DI FACEBOOK

February 16th, 2012 No comments

Sekedar share dan mengutip Note dari Bapak Riri Satria dari laman Facebook beliau tentang Etika menulis posting/komentar/wall/note di Facebook, mudah-mudahan menjadi inspirasi.

=============================================================

Facebook adalah suatu situs jejaring sosial yang menghubungkan berbagai macam manusia dengan latar belakang yang beragam, baik latar belakang negara, agama, ras, budaya dan adat-istiadat, pendidikan, paradigma berpikir, pekerjaan dan profesi, dan sebagainya. Kondisi terakhir menunjukkan bahwa pengguna (user) Facebook di dunia sudah melebihi jumlah penduduk negara kita ini, Indonesia.

Seorang pengguna Facebook juga memiliki jejaring sosial tersendiri, yang jumlahnya bisa ribuan (saat ini kapasitas maksimum pertemanan di Facebook dibatasi sampai 5.000). Katakanlah seseorang memiliki teman langsung atau first-tier di Facebook sebanyak 2.000 orang, maka informasi yang ada di wall, profil, notes, foto, dan sebagainya, berpotensi untuk diakses langsung oleh 2.000 orang (katakanlah user yang aktif hanya 50%-nya, maka potensi itu tetap besar, yaitu 1.000 orang). Lalu 1.000 orang ini juga memiliki jejaring (yang berfungsi sebagai second-tier) yang bisa mengakses info milik si pengguna tadi.

Seperti halnya teknologi lainnya, Facebook juga bisa memiliki 2 (dua) dampak, yaitu positif dan negaif. Dampak positifnya adalah kita bisa menjalin komunikasi dengan semua jejaring pertemanan dengan cepat, istilahnya menjaga silaturrahmi. Tetapi di sisi lain, Facebook juga bisa menjadi perusak reputasi seseorang atau penyebar fitnah.

Saya percaya bahwa dunia internet adalah dunia bebas, maka tidak diperlukan sensor-menyensor segala. “Sensor” akan terjadi secara alami, dan secara perlahan, “sampah-sampah” di internet akan tergeser dengan sendirinya. Fakta sudah menunjukkan “kejayaan” pornografi sudah tergeser di internet dengan media sosial seperti Facebook (yang sampai saat ini masih komit tidak mentolerir pornografi). Dengan demikian, “sensor” sesungguhnya ada pada diri kita masing-masing. “Be wise while browsing, and think before posting“, adalah suatu kalimat yang tepat menggambarkan dunia internet.

Sudah banyak yang mencoba menyusun etiket menulis di Facebook (kita bisa search melalui Google). Namun pada tulisan ini, saya mencoba untuk menuliskan pemikiran saya mengenai etiket menulis di Facebook, dikombinasikan dengan berbagai pemikiran lainnya yang sejenis yang saya peroleh di internet.

Read more…