Archive

Posts Tagged ‘voip unila’

Analisis performansi VoIP (Voice over Internet Protocol) berbasis Session Initiation Protocol (SIP) pada Jaringan Wireless LAN (IEEE 802.11) Universitas Lampung

December 2nd, 2013 No comments

PENDAHULUAN

image011Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat membawa perubahan radikal terhadap layanan telekomunikasi, dalam kurun beberapa  dekade terakhir teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP) banyak digunakan oleh manusia dalam melakukan komunikasi. VoIP memungkinkan pengiriman paket data suara dari satu tempat ke tempat lainnya melalui jaringan berbasis Internet Protocol (IP), sehingga seiring dengan semakin murahnya biaya berlangganan broadband internet maka biaya percakapan pun secara otomatis menjadi murah, terutama ketika berkomunikasi dengan lawan bicara yang berada di luar negeri.

Unila (Universitas Lampung) saat ini telah memiliki infrastruktur VoIP sendiri, berjalan bersamaan dengan sistem analog Private Automatic Branch eXchange (PABX)  dalam melayani transaksi voice civitas akademika Unila. Server VoIP dibangun menggunakan platform opensource  yaitu Asterisk IPPBX dengan co-location server berada di ruang Data Centre Pusat Komputer (Puskom) Unila. Layanan VoIP dapat dinikmati dari seluruh jaringan Local Area Network (LAN) baik melalui media wire ataupun wireless.

Pengelolaan ekstension VoIP sepenuhnya diserahkan kepada administrator sistem di tingkat Universitas, terdapat total 240 ekstension yang telah dibuat dengan peruntukan digunakan oleh Fakultas, Jurusan dan Unit Kerja. Pada ruang pejabat  di masing-masing unit kerja sebagian telah tersedia perangkat dedicated VoIP client berupa IPPhone selebihnya menggunakan Softphone yang terpasang di Personal Computer (PC). Beberapa pemilik smartphonejuga memanfaatkan layanan VoIP setelah terkoneksi melalui jaringan WLAN dengan menggunakan aplikasi Session Initiation Protocol (SIP) Client pada smartphone mereka.

Selama ini belum ada studi khusus membahas mengenai performansi layanan VoIP pada jaringan LAN Unila terutama pada infrastruktur Wireless, pengukuran performansi ini sangat penting dilakukan untuk memastikan bahwa layanan VoIP selalu berjalan optimal. Kinerja VoIP sangat ditentukan oleh beberapa factor, antara lain adalah topologi jaringan, pemilihan software maupun hardware, protokol jaringan VoIP, codec yang digunakan, serta parameter-parameter yang menjadi standarisasi penentuan jenis jaringan (Kurniawan, 2007).

Salah satu faktor yang paling mempengaruhi kualitas VoIP adalah Coder-Decoder (Codec).Codec merupakan algoritma untuk melakukan kompresi data suara yang bertujuan mengurangi jumlah byte yang dikirimkan dalam jaringan. Penggunaan codec yang tepat pada implementasi VoIP merupakan salah satu hal yang  menentukan dalam pencapaian kualitas komunikasi VoIP.Codecyang digunakan pada server VoIP ini adalah G.711 A-law, G.711 μ-law, h263, h264

Perbedaan paling mendasar diantara jenis codec terletak pada  bit rate  dan algoritma yang digunakan,  bit rate codec  G.711 adalah 64 kbps (Purbo, O.W. & Raharja, A. 2010). Codec G.711 A-law dan G.711 μ-law memiliki perbedaan pada algoritma yang digunakan. Codec G.711 A-law men-sampling sinyal suara menjadi 13 bit, sedangkan codec G.711 μ-law men-sampling sinyal suara menjadi 14 bit (Brokish, C.W. & Lewis, M. 1997).

Berdasarkan data pengelola sistem VoIP, terdapat beberapa laporan dari user yang menyatakan adanya gangguan pada saat berkomunikasi terutama ketika mereka berkomunikasi dengan menggunakan jaringan Wireless LAN. Sehingga perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut mengenai performansi layanan VoIP pada Jaringan WLAN Unila

Read more…

Categories: World Of ICT Tags: